Kedudukan Orang Yang Berwakaf di Mata Alloh (II)

Pernah tahu peribahasa ini, “gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama”. Apa arti manusia mati meninggalkan nama?.

Anda pernah melintasi Jalan Jendral Sudirman dari arah Semanggi ke Bundaran HI, nah di depan kantor BNI atau dikawasan Dukuh Atas, disitu ada patung besar dengan ukuran seluruh tingginya 12 meter, tinggi patungnya 6.5 meter dan tinggi penyanggahnya 5,5 mater, tahukah anda patung apakah itu? Iya benar, itu Patung Jendral Sudirman. Itulah arti manusia mati meninggalkan nama.

Kita juga bisa loh seperti Jendral Sudirman, disebut-sebut nama kita oleh orang orang yang lahir setelah kita, dingat-ingat nama kita oleh anak cucu kita bahkan oleh kaum muslimin dan penduduk langit. Bagaimana caranya? Ya kita berwakaf. Ketika kita berwakaf, bukan hanya orang-orang yang sezaman dengan kita, tapi orang-orang yang sesudah kita yang juga  akan mencatat, mengenang, menyebut nama-nama kita, itu bukti Alloh akan mencatat nama kita dan bekas bekas adanya kita di dunia ini.

Ketika kita berwakaf masjid, perbuatan kita berwakaf akan dicatat oleh Alloh dan masjid yang kita wakafkan juga akan dicatat oleh Alloh sebagai jejak adanya kita, sebagai bekas adanya kita di dunia ini.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

اِنَّا نَحْنُ نُحْيِ الْمَوْتٰى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوْا وَاٰثَارَهُمْۗ وَكُلَّ شَيْءٍ اَحْصَيْنٰهُ فِيْٓ اِمَامٍ مُّبِيْنٍ ࣖ

Sesungguhnya Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati dan Kami (pulalah) yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab induk yang nyata (Lauhulmahfuz). Yāsīn [36]:12

Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari’ah Universitas Qashim – Saudi Arabia, memberikan tafsir pada ayat ini dengan komentar yang cukup jelas dan menggugah. Komentarnya begini

1 ). Pernahkah Anda berhenti pada ayat ini, menjelaskan kepada masyarakat dampak wakaf dalam mendukung proyek-proyek amal bangsa dengan kemandirian dan kebebasan, dan menjelaskan pahala besar bagi mereka yang mewakafkannya dan kelangsungannya? Bahkan apakah anda sudah menyusun program wakaf yang bermanfaat bagi Anda selama hidup dan setelah kematian Anda, sebagaimana juga anda giat dan tekun merencanakan membangun rumah untuk diri sendiri dan anak-anak Anda?

2 ). Perhatikan kata: { وَءَاثَٰرَهُمْ ۚ } “dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan”, kamu akan mengetahui bahwa amalan mempunyai dampak setelah pemiliknya meninggal, baik atau buruk, dan hal itu akan terlihat baginya di hari kiamat. Pastikan Anda memiliki jejak baik di dunia sehingga Anda akan melihat manfaatnya di Hari kiamat.

3 ). Carilah jejakmu setelah kamu mati; Sebab Tuhanmu berfirman: { وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا۟ وَءَاثَٰرَهُمْ } “dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan”!….

Jadi… masih tidak mau, untuk berwakaf?

Wakaf ? BSI Maslahat Saja